W E L C O M E | Assalamualaikum dan selamat sejahtera buat para pembaca senyap dan aktif. Saya ingin mengucapkan jutaan terima kasih buat pembaca yang sudi menggerakkan jari-jemari halus menekan tetikus semata-mata mahu menjenguk, membaca dan memberikan komentar dalam blog yang sederhana ini.

P E R H A T I A N | Penulisan dalam blog ini telah menggunakan bahasa yang tidak baku secara total dan masih berstruktur. Jika bahasanya bukan pilihan anda, maka penulis ingin menyarankan agar saudara/saudari mula berganjak daripada menjenguk atau membaca blog ini sebelum penyakit Pembenci atau istilah lain ialah Haters mula menular di dalam blog ini. Sekian dan Wassalam.

P E N U L I S | Ameelia merupakan seorang penulis blog amatur yang telah melibatkan diri dalam bidang penulisan blog selama 8 tahun. Penulisan blog adalah berkaitan dengan liku-liku kehidupannya sebagai seorang hamba Allah, anak, isteri, guru di kawasan pedalaman, pelajar dan pelukis amatur. VIEW

June 10, 2014

Clowns For Awhile

Mengarut dan suka buat lawak?

I prefer it's my personality terms that I used to escape from the reality - which reality that you've been living in a sorrowful life. There's some part of yourself struggling to be free from those negative feelings and thoughts by making jokes and being 'gedik-gedik" just to entertain yourself. But, its not that easy to throw away all those feelings in a blink. 

I try to make some jokes, even though I know its not that funny, but at least I try my best to cheer up when I'm feeling down. I even dislike if my negative thoughts or feeling effecting other people, so by showing off how happy and funny I can be to them, maybe they can be happy and laughing out loud.

Kadang-kadang bukan taknak jujur dengan perasaan sendiri, boleh sahaja untuk terus bersedih. Tapi bila kita terlalu simpan rasa sedih tu dalam keadaan yang lama, it seems kita macam tak redha dengan ketentuan Allah atas kehendak dan ketentuan yang Dia tetapkan. Dalam agama pun berpesan supaya sentiasa berbaik sangka dengan Allah dan janganlah terlalu bersedih. 

Allah tahu dan kenal hamba-hambanya, bilamana manusia terlalu bersedih dan merintih nasibnya, all his/her world will suck into his/her sadness. Kiranya, hidup dia semuanya akan jadi sedih, benda yang positif pun dia lihat benda negatif. Sadness would only driven you to live in a hell. Bila kita terlalu sedih, kita secara langsung akan membiarkan emosi yang mengawal akal kita, and akhirnya banyak perkara yang tak masuk diakal yang kita akan buat.

So, live your life happily, banyak mengarut dan banyak ketawa - even though it hurts inside. Because that's the best way to attract the positiveness in your life and feeling peace if you're accepting His provision with your hearts open (redha). 

Sekian sahaja, wassalam.

p/s : Sorry kalau english aku teruk. Dah lama aku tak asah, sekarang dah tumpul dan karat gila bahasa inggeris aku.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...